Sebelum mengulas lebih jauh alangkah baiknya kita tahu biodata Tuanku Imam Bonjol yang sebenarnya:
- Nama : Muhamad Shahab
- Tanggal Lahir : 1772, Bonjol, Sumatera Barat, Indonesia
- Meninggal : 6 November 1864, Minahasa
- Kebangsaan : Minangkabau
- Agama : Islam
- Orang tua : Bayanuddin (ayah), Hamatun (ibu)
Beliau adalah salah satu pahlawan Nasional yang sudah diakui memiliki kontribusi dalam melawan penjajah (Belanda). Awal perjuangan beliah adalah keinginan para ulama yang menegakkan syariat Islam di bumi pertiwi. Beliau membentuk laskar Padri untuk memerangi kebiasaan2 (adat) yang menyimpang dari ajaran Islam. Diantaranya kebiasaan yang diperangi adalah sabung ayam. Sehingga dimanapun ada kegiatan sabung ayam disitulah laskar Padri bergerak dan membubarkan aktivitas tersebut. Namun, berbeda dengan tokoh Adat yang menganggap itu adalah bagian dari budaya yang tidak boleh dihilangkan. Sedang Tuanku Imam Bonjol beranggapan Adat boleh dirawat asal adat tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Singkat cerita kedua belah kubu berdialog untuk mencari solusi. Hingga pada akhirnya kedua kubu tidak mencapai kata sepakat. Karena tidak sepakat, maka golongan adat bekerja sama dengan pemerintah Hindia-Belanda untuk membantu kaum adat melawan Laskar Padri yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol hingga terjadilah perang padri.
Sejarah tersebut tidak berhenti di sana, masih ada kisah memilukan yang dialami oleh Tuanku Imam Bonjol dalam menegakkan syariat Islam namu dari rakyat sendirilah yang justru menolaknya.
================
Sekarang mari kita tarik benang merah, ada kemiripan kondisi antara model perjuangan Tuanku Imam Bonjol dengan perjuangan Habib Rizieq. Mereka sama2 keras terhadap kemungkaran, dan seharusnya seperti itulah sikap yang harus ditunjukkan apabila maksiat telah merajalela. Namun, ada pihak yang tidak suka dengan perjuangan beliau, sehingga menggunakan kekuatan aparat untuk menjegal perjuangan beliua. Tidak tanggung2 bahkan sekelas PRESIDEN pun harus melindungi orang yang jelas2 memerangi para habaib. Jika dulu pemerintah yang dimaksud adalah pemerintah Hindia-Belanda sehingga jelas membedakannya. Seandainya kita hidup di jaman itu dan harus memilih membela yang mana sudah jelas di depan mata, bahwa kita tidak mungkin membela Belanda. Namun bagaimana dengan kondisi sekarang? Para aparatnya orang Indonesia sendiri, beragama islam, namun ikut2an memerangi ULAMA. Ada yang salah di NEGRI ini...
Jika anda tidak suka dengan profil seorang ulama yang keras karena medan yang dia ambil adalah medan KEMUNKARAN ya silahkan anda memilih ulama yang memilih medan DAKWAH. Kalah saja Habib Rizieq masuk dalam Medan Dakwah Insya Allah beliau tidak akan sekasar itu dalam berucap. Jika saya boleh berpendapat, Allah telah mentakdirkan Ahok tiba di Indonesia, dimana beliau orang yang bertabiat seperti itu dan dari golongan non Muslim. Namun Allah juga telah mentakdirkan seseorang yang bisa mengimbangi kecerdasan Ahok dalam berbicara, berlogika, bahkan dalam berdebat. Keduanya memiliki keunggulan yang hampir berimbang. Namun yang menjadi pertanyaan besar, KEMANA ANDA AKAN BERPIHAK? Dulu Tuanku Imam Bonjol juga diadu dengan Tokoh Adat sehingga pecah perang Padri. Sehingga orang2 yang bergabung dengan tokoh adat dan belanda meski Islam, entah apa mereka masuk kategori syahid sedang orang yang mereka lawan adalah Ulama yakni Imam Bonjol. Sekarang??? Apa anda akan MATI2AN untuk ORANG yang jelas2 KAFIR? Dan masih belum JELASKAH. bahwa dia juga BENCI dengan ULAMA?
Sampaikan kepada orang2 JAKARTA yang mengaku muslim jangan SILAU dengan janji2 yang memang tampak memberikan harapan kehidupan lebih baik. NAMUN tahukah ANDA, Nanti akan datang saatnya ketika DAJJAL turun dia juga memberikan HARAPAN yang SAMA. Apakah saat itu anda akan berpihak pada DAJJAL? Sedang saat ini yang sudah jelas KEKAFIRANNYA anda bimbang dalam atau bahkan salah dalam berpihak.
Untuk umat Islam yang lain, sudah saatnya mengesampingkan segala perbedaan dan segala kesalahan yang pernah diperbuat pada masa lalu. Seperti halnya Rasulullah telah melupakan semua kejahatan UMAR bin Khattab sebelum beliau masuk ISLAM. Apa RASULULLAH pernah mengungkit-ungkit KESALAHAN UMAR sebelum masuk ISLAM? Jawabannya TIDAK. Yang sudah terjadi biarlah sudah terjadi, LUPAKAN dan mari menyambut kebangkitan UMAT ISLAM dari negri ini yang Insya Allah mendapatkan Ridho dari Allah jika kita ikhlas untuk bersatu.
#salamUkhwahIslamiah
No comments:
Post a Comment