Tulisan ini saya tulis berdasar pengalaman pribadi dan orang lain yang saya kombinasikan menjadi gaya penulisan saya pribadi.
Monday, February 13, 2017
Islam yang Tak Lagi Boleh Dakwah Di Masjid Sendiri
Sangat di sayangkan pemerintah menjadi sangat tunduk kepada aturan yang jelas2 mereka memusuhi umat Islam. Aturan yang mana yang saya maksud? Aturan di dalam masjid tidak boleh menggiring umat untuk tidak memilih pemimpin kafir. Atau dengan kata lain, masjid tidak diperkenankan sebagai tempat untuk mobilisasi politik. Padahal di jaman Rasulullah, masjid adalah tempat untuk menghimpun kekuatan, dakwah, dan kegiatan2 lain yang menunjang perjuangan Rasulullah dalam syiar Islam saat itu.
Hal ini sangat aneh dan LUCU sekali. Kenapa aneh? Orang non muslim jelas-jelas mereka itu sadar tanpa dukungan dari umat Islam sendiri mereka pasti KALAH dan tidak akan pernah terpilih menduduki jabatan di negri ini. Namun mereka mencoba dengan berbagai macam cara untuk menggapai dukungan tersebut. Siapa yang bisa dirangkul untuk mendukung pemimpin KAFIR? Yakni mereka-mereka yang keilmuan tentang Islam masih rendah. Siapa mereka? Mohon maaf tanpa bermaksud merendahkan, mereka adalah orang2 yang jarang mendengarkan dan tidak pernah mengikuti kajian Islam. Mereka adalah orang-orang yang sudah berada jauh dari jangkauan Ulama. Nah ulama menyadari, umat harus diberi pendidikan untuk hal ini. Bagaimana caranya? Ya melalui tausiah2. Di mana tempatnya? Ya, yang paling murah di MASJID2. Di sinilah letak keanehan terjadi. Ulama sebagai pemuka agama Islam DILARANG mendidik umatnya sendiri agar lebih cerdas dalam bersikap. Dan LUCUnya yang ikut2an melarang dari UMAT ISLAM sendiri yang merekalah oknum2 pejabat yang membuat aturan itu.
Jadi secara singkat, orang kafir pengen menang. Tapi ga punya suara (harus diakui mereka kuat di modal), mereka ambil suara umat Islam. Agar umat Islam mau mendukung, umat Islam tersebut dibuat "bodo2" atau diiming2i KEDUNIAAN. Jika ada ulama yang berupaya mencerdaskan umat Islam, dibuat aturan TIDAK BOLEH MENCERDASKAN umat meski di MASJID. Siapa yang menerbitkan aturan itu? Ya kalo dari kalangan orang kafir jelas akan terlihat sentimennya, mereka membeli pejabat2 dari kalangan umat Islam sendiri yang BISA DIBELI untuk berbicara. Akhirnya ulama terpaksa mencari bahasa yang sekiranya bisa ditangkap oleh umat. Akibatnya, karena kecerdasan umat berbeda2, jika yang ngerti ya mereka sami'na wa ato'na. Yang ga ngerti ya bergantung kondisi saat pemilihan.
Untuk itu mari kita saling mengingatkan saudara2 kita yang masih belum paham apa yang harus mereka lakukan terhadap situasi dan kondisi akhir2 ini. Jangan biarkan mereka dirangkul oleh orang2 KAFIR untuk menghantam kekuatan umat Islam sendiri.
Labels:
konspirasi,
renungan,
ulama
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment