Jika anda ingin memenangkan sebuah pertempuran maka kenali
dulu siapa musuh anda. Inilah ungkapan yang sering didengungkan oleh para
pemimpin pertempuran. Jika musuh yang kita hadapi adalah makhluk yang bisa
dilihat (manusia lain) tentu itu sangat mudah untuk diidentifikasi. Namun
bagaimana jika musuh itu tidak terlihat? Pertanyaan berikutnya siapakah musuh
kita? Musuh yang tak terlihat itu.
Sebagian ulama menjelaskan, bahwa manusia diikuti oleh 4
makhluk gaib sepanjang hidupnya dalam beraktivitas di muka bumi ini. Siapa
sajakah mereka? Tiga diantaranya berasal dari malaikat dan satu dari bangsa
iblis. Dua malaikat yang kita sudah tidak asing lagi, yakni malaikat pencatat
amal baik dan amal buruk setiap manusia. Satu malaikat yang suka membisikkan
dan mengajak manusia untuk senantiasa berbuat kebaikan yang bernama Malaikat
Hafadzah. Sedang satu lagi yang berasal dari iblis yang suka membisikkan
manusia untuk berbuat keburukan yang bernama Qorin.
Dari sini mari kita cermati, yang berperan penting dalam
kehidupan manusia apakah manusia itu akan menjadi baik atau jahat (buruk) itu
ditentukan oleh keinginan manusia itu sendiri apakah dia ikut pada bisikan
Malaikat Hafadzah atau Iblis Qorin. Sedang dua malaikat pencatat amal baik dan
buruk hanya bertindak sebagai juri saja. Untuk memperjelasnya, perhatikan
kejadian dalam diri anda ketika ada sebuah kebaikan menghampiri anda.
Contoh case 1:
Ketika anda mendengar suara azan (sholat lima waktu), coba
jujur adakah bisikan yang mengajak anda untuk mendirikan sholat, tapi anehnya
di saat yang bersamaan ada juga bisikan yang menahan anda untuk tidak beranjak
dari posisi anda. Jadi di dalam hati anda, ada keinginan untuk datang memenuhi
panggilan sholat tapi di saat yang sama ada bisikan yang membuat anda enggan
dan malas untuk berangkat. Apakah anda rasakan seperti itu? Setiap manusia
berimat pasti mengalami kedua dilema tersebut. Biar memudahkan manusia saya
bagi menjadi 3: 1. Manusia dengan keimanan tinggi, 2 Manusia dengan keimanan
rendah, dan 3 Manusia dengan keimanan sedang. Bagi orang yang keimanannya
tinggi dia sudah secara otomatis berangkat memenuhi panggilan, karena dia sudah
tahu bahwa yang membisikkan rasa malas dan enggan itu adalah si Qorin dan
sesungguhnya iblis itu lemah dihadapan manusia. Ketika bisikannya diabaikan,
dia tidak mampu berbuat apa2. Ada juga yang enggan, bahkan tidak ada
ketertarikan sama sekali. Kenapa hal ini terjadi? Karena manusia tersebut,
sudah bergerak otomatis meng-iyakan bisikan Iblis. Otomatisi ini bisa terjadi
karena Qorin telah melakukan pembiasaan pada diri manusia tersebut untuk lebih
mendengarkan si Qorin dari pada bisikan malaikat.
Bagaimana cara Qorin untuk melakukan pembiasaan pada manusia?
Nah hal ini terjadi pada manusia dengan keimanan sedang. Mengapa? Karena pada
kategori manusia inilah iblis dapat membohongi manusia dengan mudah. Sehingga
menjadikan kadar keimanannya rendah serendah-rendahnya. Caranya, kita ambil
case yang sama (case 1). Ketika mendengar azan, maka iblis berusaha meyakinkan
bahwa pekerjaannya (atau aktivitas apapun) dibuat penting untuk diselesaikan.
Jika manusia itu ada tanda2 akan menunaikan, maka dimunculkan rasa tanggung
eman kalo tidak diselesaikan. Jika keinginannya masih kuat maka dimunculkan
nanti saja belum iqomah. Jika keinginannya masih kuat, okelah berangkat sholat,
tapi masih digoda dengan dimunculkan rasa Riya’ dalam hatinya. Perasaan puas
hari ini telah sholat berjamaah yang condong kepada sifat ujub dan sombong. Intinya,
meski menghadiri sholat berjamaah dimunculkan perasaan tidak IKHLAS. Karena
apa? Segala sesuatu yang tidak didasari perasaan Ikhlas pasti akan berakhir
(tidak langgeng). Sebaliknya jika seorang hamba melakukan sesuatu (sholat
berjamaah) dengan perasaan IKHLAS pasti akan langgeng dan bertahan lama bahkan
hingga akhir hayatnya. Nah iblis menyerang bagian ini.
Sehingga keesokan harinya, jika perasaan ikhlasnya sudah
rusak. Maka tugas iblis akan lebih mudah untuk menggoda di hari-hari
berikutnya. Caranya sama, bahkan bisa dikatakan sebenarnya Iblis dalam menggoda
manusia itu tidak KREATIF. Cara yang dilakukan selalu monoton, jika tidak
percaya coba AMATI gejala dalam HATI anda. Saya pribadi sudah mengamati kurang
lebih 20 tahunan, sejak guru saya mulai mengenalkan sifat2 iblis yang selalu
menggoda manusia. Mulai saat itu saya selalu memperhatikan apa yang terjadi
dalam hati saya. Namun, meski sudah tahu cara iblis menggoda, nampaknya pantas
jika manusia itu mendapatkan julukan MAKHLUK yang BODOH. Cara yang dilakukan
iblis sangatlah halus, sehingga ketika anda menjumpai bisikan yang menggiring
anda untuk melakukan perbuatan sesuatu, coba pikirkan implikasi berikutnya.
Apakah perbuatan itu akan menggiring anda untuk menjauh dari Allah atau justru
sebaliknya. Ketika bisikan atau ajakan itu menggiring anda pada hal yang justru
menjauhkan diri anda dari Allah maka PASTIKAN dan KATAKAN pada hati anda INI
adalah BISIKAN IBLIS saya TIDAK BOLEH mengikutinya. Dan jika ada sebuah bisikan
yang menggiring anda untuk mendekatkan diri anda pada Allah, maka sesungguhnya
itu berasal dari Malaikat Hafadzah yang ditugaskan untuk mendapingi anda agar
senantiasa berbuat baik. Jika sudah yakin perbuatan itu mendatangkan ridha
Allah maka lakukanlah dengan SEGERA.
Contoh case 2 (case ini umum terjadi, tidak ada sangkut
pautnya dengan seseorang):
Ketika anda mendapati kesempatan untuk melakukan
penyelewengan (sebut korupsi):
- Ada bisikan yang mendorong
anda untuk melakukan tindak korupsi. Semakin anda tolak untuk tidak
korupsi maka semakin kuat bisikannya untuk melakukan penyelewengan
tersebut.
- Namun anehnya, disaat
bersamaan. Di dalam hati kita ada bisikan yang senantiasa mengingatkan
untuk tidak melakukan tindakan penyelewengan tersebut. Seolah berkata jangan,
jangan, jangan kamu lakukan karena hal itu merugikan dirimu sendiri.
Kedua bisikan tersebut berkembang sesuai situasi yang
dialami orang tersebut. Saya tidak bisa mendeskripsikan secara ditail. Mungkin
anda bisa mengukur, Apakah saya pernah terbersit kedua bisikat tersebut. Namun
saya kok malah memilih bisikan pertama, maka kalau ini yang terjadi maka segera
bertobat dan kembalikan haknya. Maka Allah mengampuni dosa tersebut, dan
sekaligus kita membuat kecewa pada Iblis (hehehe, karena segala upayanya gagal
dalam sesaat hanya dengan TOBAT). Jika memilih pilihan 2, maka Alhamdulillah
hati anda memiliki kecondongan untuk berbuat baik.
Kiranya panjang, trik2 Iblis dalam menyeret manusia ke lubah
dosa. Dan tentunya pengalaman pembaca juga bervariasi. Semoga tulisan yang
sidikit ini bisa memberikan manfaat agar lebih hati2 dalam meng-IYA-kan bisikan
yang melintas dalam HATI anda.
No comments:
Post a Comment