Tuesday, February 7, 2017

Kenali Siapa yang Anda Turuti dalam Diri Anda Sendiri


Jika anda ingin memenangkan sebuah pertempuran maka kenali dulu siapa musuh anda. Inilah ungkapan yang sering didengungkan oleh para pemimpin pertempuran. Jika musuh yang kita hadapi adalah makhluk yang bisa dilihat (manusia lain) tentu itu sangat mudah untuk diidentifikasi. Namun bagaimana jika musuh itu tidak terlihat? Pertanyaan berikutnya siapakah musuh kita? Musuh yang tak terlihat itu.
Sebagian ulama menjelaskan, bahwa manusia diikuti oleh 4 makhluk gaib sepanjang hidupnya dalam beraktivitas di muka bumi ini. Siapa sajakah mereka? Tiga diantaranya berasal dari malaikat dan satu dari bangsa iblis. Dua malaikat yang kita sudah tidak asing lagi, yakni malaikat pencatat amal baik dan amal buruk setiap manusia. Satu malaikat yang suka membisikkan dan mengajak manusia untuk senantiasa berbuat kebaikan yang bernama Malaikat Hafadzah. Sedang satu lagi yang berasal dari iblis yang suka membisikkan manusia untuk berbuat keburukan yang bernama Qorin.
Dari sini mari kita cermati, yang berperan penting dalam kehidupan manusia apakah manusia itu akan menjadi baik atau jahat (buruk) itu ditentukan oleh keinginan manusia itu sendiri apakah dia ikut pada bisikan Malaikat Hafadzah atau Iblis Qorin. Sedang dua malaikat pencatat amal baik dan buruk hanya bertindak sebagai juri saja. Untuk memperjelasnya, perhatikan kejadian dalam diri anda ketika ada sebuah kebaikan menghampiri anda.
Contoh case 1:
Ketika anda mendengar suara azan (sholat lima waktu), coba jujur adakah bisikan yang mengajak anda untuk mendirikan sholat, tapi anehnya di saat yang bersamaan ada juga bisikan yang menahan anda untuk tidak beranjak dari posisi anda. Jadi di dalam hati anda, ada keinginan untuk datang memenuhi panggilan sholat tapi di saat yang sama ada bisikan yang membuat anda enggan dan malas untuk berangkat. Apakah anda rasakan seperti itu? Setiap manusia berimat pasti mengalami kedua dilema tersebut. Biar memudahkan manusia saya bagi menjadi 3: 1. Manusia dengan keimanan tinggi, 2 Manusia dengan keimanan rendah, dan 3 Manusia dengan keimanan sedang. Bagi orang yang keimanannya tinggi dia sudah secara otomatis berangkat memenuhi panggilan, karena dia sudah tahu bahwa yang membisikkan rasa malas dan enggan itu adalah si Qorin dan sesungguhnya iblis itu lemah dihadapan manusia. Ketika bisikannya diabaikan, dia tidak mampu berbuat apa2. Ada juga yang enggan, bahkan tidak ada ketertarikan sama sekali. Kenapa hal ini terjadi? Karena manusia tersebut, sudah bergerak otomatis meng-iyakan bisikan Iblis. Otomatisi ini bisa terjadi karena Qorin telah melakukan pembiasaan pada diri manusia tersebut untuk lebih mendengarkan si Qorin dari pada bisikan malaikat.
Bagaimana cara Qorin untuk melakukan pembiasaan pada manusia? Nah hal ini terjadi pada manusia dengan keimanan sedang. Mengapa? Karena pada kategori manusia inilah iblis dapat membohongi manusia dengan mudah. Sehingga menjadikan kadar keimanannya rendah serendah-rendahnya. Caranya, kita ambil case yang sama (case 1). Ketika mendengar azan, maka iblis berusaha meyakinkan bahwa pekerjaannya (atau aktivitas apapun) dibuat penting untuk diselesaikan. Jika manusia itu ada tanda2 akan menunaikan, maka dimunculkan rasa tanggung eman kalo tidak diselesaikan. Jika keinginannya masih kuat maka dimunculkan nanti saja belum iqomah. Jika keinginannya masih kuat, okelah berangkat sholat, tapi masih digoda dengan dimunculkan rasa Riya’ dalam hatinya. Perasaan puas hari ini telah sholat berjamaah yang condong kepada sifat ujub dan sombong. Intinya, meski menghadiri sholat berjamaah dimunculkan perasaan tidak IKHLAS. Karena apa? Segala sesuatu yang tidak didasari perasaan Ikhlas pasti akan berakhir (tidak langgeng). Sebaliknya jika seorang hamba melakukan sesuatu (sholat berjamaah) dengan perasaan IKHLAS pasti akan langgeng dan bertahan lama bahkan hingga akhir hayatnya. Nah iblis menyerang bagian ini.
Sehingga keesokan harinya, jika perasaan ikhlasnya sudah rusak. Maka tugas iblis akan lebih mudah untuk menggoda di hari-hari berikutnya. Caranya sama, bahkan bisa dikatakan sebenarnya Iblis dalam menggoda manusia itu tidak KREATIF. Cara yang dilakukan selalu monoton, jika tidak percaya coba AMATI gejala dalam HATI anda. Saya pribadi sudah mengamati kurang lebih 20 tahunan, sejak guru saya mulai mengenalkan sifat2 iblis yang selalu menggoda manusia. Mulai saat itu saya selalu memperhatikan apa yang terjadi dalam hati saya. Namun, meski sudah tahu cara iblis menggoda, nampaknya pantas jika manusia itu mendapatkan julukan MAKHLUK yang BODOH. Cara yang dilakukan iblis sangatlah halus, sehingga ketika anda menjumpai bisikan yang menggiring anda untuk melakukan perbuatan sesuatu, coba pikirkan implikasi berikutnya. Apakah perbuatan itu akan menggiring anda untuk menjauh dari Allah atau justru sebaliknya. Ketika bisikan atau ajakan itu menggiring anda pada hal yang justru menjauhkan diri anda dari Allah maka PASTIKAN dan KATAKAN pada hati anda INI adalah BISIKAN IBLIS saya TIDAK BOLEH mengikutinya. Dan jika ada sebuah bisikan yang menggiring anda untuk mendekatkan diri anda pada Allah, maka sesungguhnya itu berasal dari Malaikat Hafadzah yang ditugaskan untuk mendapingi anda agar senantiasa berbuat baik. Jika sudah yakin perbuatan itu mendatangkan ridha Allah maka lakukanlah dengan SEGERA.
Contoh case 2 (case ini umum terjadi, tidak ada sangkut pautnya dengan seseorang):
Ketika anda mendapati kesempatan untuk melakukan penyelewengan (sebut korupsi):
  1. Ada bisikan yang mendorong anda untuk melakukan tindak korupsi. Semakin anda tolak untuk tidak korupsi maka semakin kuat bisikannya untuk melakukan penyelewengan tersebut.
  2. Namun anehnya, disaat bersamaan. Di dalam hati kita ada bisikan yang senantiasa mengingatkan untuk tidak melakukan tindakan penyelewengan tersebut. Seolah berkata jangan, jangan, jangan kamu lakukan karena hal itu merugikan dirimu sendiri.
Kedua bisikan tersebut berkembang sesuai situasi yang dialami orang tersebut. Saya tidak bisa mendeskripsikan secara ditail. Mungkin anda bisa mengukur, Apakah saya pernah terbersit kedua bisikat tersebut. Namun saya kok malah memilih bisikan pertama, maka kalau ini yang terjadi maka segera bertobat dan kembalikan haknya. Maka Allah mengampuni dosa tersebut, dan sekaligus kita membuat kecewa pada Iblis (hehehe, karena segala upayanya gagal dalam sesaat hanya dengan TOBAT). Jika memilih pilihan 2, maka Alhamdulillah hati anda memiliki kecondongan untuk berbuat baik.

Kiranya panjang, trik2 Iblis dalam menyeret manusia ke lubah dosa. Dan tentunya pengalaman pembaca juga bervariasi. Semoga tulisan yang sidikit ini bisa memberikan manfaat agar lebih hati2 dalam meng-IYA-kan bisikan yang melintas dalam HATI anda.

No comments:

Post a Comment